LPBI NU Mojokerto Terlibat Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Beberapa Desa di Pasuruan.
LPBI NU Mojokerto Terlibat Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Beberapa Desa di Pasuruan
Sudah beberapa hari ini air meluber dan menggenangi rumah warga dengan variasi ketinggian 20-100 cm. Sedikitnya sekitar 4800 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Atas kejadian ini, NU Peduli bergerak dan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan yang digawangi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Banser-Ansor mendirikan Dapur Umum (DU) yang terletak di area Masjid Albaka, Rejoso, Pasuruan.
“Sudah beberapa hari ini DU didirikan, dan membagikan nasi bungkus sedikitnya 2000 per hari,” kata Saiful Anam, Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto.
Menurutnya, pada hari Rabu (19/01/2022) kondisi banjir bertambah. Sehingga Poslap NU Peduli Kabupaten Pasuruan memperbanyak pasokan nasi bungkus. Tidak hanya itu, kapasitas sekitar juga dikerjakan untuk membantu evakuasi warga.
Anam menjelaskan, Relawan LPBI NU Kabupaten Mojokerto pada selasa sore mencoba koordinasi dengan LPBI NU Kabupaten Pasuruan, dan pada akhirnya LPBI NU Kabupaten Mojokerto memutuskan memberangkatkan relawan dan beberapa alat yang dibutuhkan.
“Kami bekerja sama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memberangkatkan 8 personil, dua armada, tiga perahu karet serta dua dus lauk pauk,” tandasnya.
Sampai di Poslap NU Peduli di Rejoso, keesokan harinya relawan serta segala alat yang dibawa, diturunkan di Desa Rejoso Lor untuk membantu evakuasi warga.
"Sampai sore hari kita bantu evakuasi warga dengan perahu karet, dibantu relawan lokal, serta teman-teman dari PDSI Jatim, RPAI Mojokerto, juga TSA dan Semar. Banjir kali ini merupakan kejadian bencana terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir," pungkasnya.
Penulis: Yulia Novita Hanum
Mantab
ReplyDelete