BANJIR MELANDA 3 KECEMATAN PADA 23 DESA, SUDAH 22 HARI TAK KUNJUNG SURUT.
Rabu | 20 Januari 2021
PW LPBI-NU Jatim ,berserta FPRB JATIM sekaligus dengan Pimpinan Cabang LPBI-NU Mojokerto, LPBI-NU Bangil , LPBI-NU Gresik ,Dan LPBI-NU Lamongan menyalurkan bantuan dan sekaligus mendampingi korban bencana banjir.
Dalam 21 hari terakhir, beberapa desa di Kecamatan Turi serta kecamatan lain di kab. Lamongan mengalami banjir genangan. Tercatat 6 kecamatan yang terdiri dari 23 desa terdampak.
Kegiatan pada hari Rabu (20/1) kemarin menitik sasar pada 3 desa. Yaitu Desa Gambuhan, Kemlagi Lor, dan KemlagiGede.
Banjir di tahun ini sangat berbeda dengan banjir pada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi pada banjir kali ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan tidak segera surut. Pada dasarnya masyarakat tidak terlalu terbebani dengan adanya banjir ini karena aktifitas dapur untuk memasak masih bisa.
Namun, ada beberapa hal yang mengganggu aktifitas masyarakat seperti halnya tumbuhan air enceng gondok. Efek dari banjir yang tak kunjung surut, banyak tumbuhan enceng gondok yang memadati jalanan serta mengganggu lalulintas warga dalam beraktifitas. Karena pada dasarnya bahwa masyarakat sekitar menjadikan sungai sebagai sarana transportasi sehari-hari, dengan perahu dayung.
Mengenai hal ini, pemerintah sudah menurunkan perahu viber dan alat berat. Namun, dengan area yang luas kinerjanya masih kurang maksimal dan belum menampakkan hasil.
Rekomendasi untuk NU PEDULI Jatim.
• Tetap mendampingi korban banjir dengan cara turun ke desa terdampak, menyampaikan bantuan sembako. menunjukkan rasa empati terhadap mereka.
• Terlebih di desa terpencil seperti desa Gambuhan, Kec. Kalitengah.
• Mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera menyelesaikan hal-hal tekhnis agar banjir bisa cepat surut.
• Sebagai upaya mitigasi, pengurangan risiko, saat kemarau, upaya mengurangi tumbuhan enceng gondok bisa dilakukan.



Keren, luar biasaa!!
ReplyDelete